Berita dan Kegiatan

Foto bersama santri Imtiaz 


Kerjasama Ma’had Al-Fatah Indonesia dengan Sekolah Menengah IMTIAZ Melaka Malaysia berhasil meluluskan 18 penghafal (Hafidz) Al-Qur'an selama tiga bulan.

Hal itu disampaikan Pimpinan (Mudir) Ma’had Al-Fatah Lampung, Lili Sholehuddin, M.Pd.I yang baru saja menyambut tiga orang Pengajar khusus Tahfidz Al-Qur'an yang hafal Al-Qur'an 30 juz, yaitu Ustadz Nasruddin bin Bisri, Ustadzah Nurul Qomariyah Binti Bisri, dan Ustadzah Ummul Mu'minat Binti Abdurahman Sholeh.

“Mereka baru pulang dari menyelesaikan tugasnya di Malaysia dalam program Akselerasi tahfidz (menghafal) Al-Qur’an ‘Taajul Waqar’. Alhamdulillah program ini sukses, kami berhasil mencetak 18 orang penghafal Qur’an hanya dalam waktu tiga bulan,“ kata Sholehuddin kepada wartawan Mi’raj News Agency (MINA), Selasa (30/7).

Menurutnya, pencapaian tersebut adalah sebuah prestasi yang patut mendapat apresiasi, mengingat tidak mudahnya menghasilkan penghafal Al-Qur’an apalagi dalam waktu yang relatif singkat.

“Patut disyukuri, program ini sukses, bahkan dari pihak IMTIAZ Malaysia menyampaikan program akselerasi hafal Al-Qur’an ini mencatatkan sejarah pada Ma’had Tahfidz Qur’an pertama kalinya di Malaysia yang berhasil mencetak belasan penghafal Al-Qur’an hanya dalam waktu tiga bulan,“ ungkap Sholehuddin.

Pada Senin (8/4), Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia cabang Lampung, mengirimkan tiga pengajar Tahfidz Al-Qur'an untuk mengajarkan program khusus tahsin dan tahfidz Al-Qur'an di Sekolah Menengah IMTIAZ Melaka, Malaysia.

Pengiriman pengajar tahfidz Al-Qur'an tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara Pesantren Al-Fatah Indonesia dengan Sekolah Menengah IMTIAZ Melaka, Malaysia. Kesepakatan bersama ditandatangani saat kunjungan delegasi Pesantren Al-Fatah Indonesia ke Malaysia, Rabu (9/1).

Pertukaran pengajar merupakan salah satu poin kesepakatan bersama antara Pesantren Al-Fatah Indonesia dengan Sekolah Menengah IMTIAZ Melaka, Malaysia.

Sementara Ustadz Nasruddin bin Bishri, ketua pengajar Tahfidz pada program Taajul Waqor Malaysia ini menyampaikan program tersebut diikuti oleh 30 orang santri berumur 13 tahun. “Kami memulai program ini dengan menyeleksi 70 orang santri kelas dua MTs, hanya terpilih 30 orang yang selanjutnya dapat mengikuti program akselerasi hafalan Al-Qur’an ini,“ Kata Nasruddin.

Sekolah Menengah IMTIAZ Melaka Malaysia merupakan sebuah sekolah agama yang terdaftar di bawah Jabatan Agama Islam Melaka (JAIM), Malaysia yang didirikan oleh Yayasan Ulul Albab Center of Excellence berpusat di Kuala Lumpur.

Sistem pendidikan IMTIAZ Melaka berkonsepkan gabungan dari Kurikulum pendididkan umum yang digabungkan dengan Program Al-Qur'an.

IMTIAZ Melaka merupakan sekolah yang mengedapankan Sains, terkenal dengan sebutan sekolah dengan 1000 program, Karena hampir setiap pekan kegiatan selalu padat termasuk kunjungan ke beberapa tempat, seperti ke kampus, Ma’had tahfidz dan lain-lain guna meningkatkan prestasi.

Dengan adanya kerjasama dengan Ma’had Al-Fatah, Sekolah Menengah IMTIAZ ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar dalam berbagai aktifitas. Santri bisa menjadi pilot, dokter, dan lain-lain, namun harus mempunyai dasar Al-Qur’an terlebih dahulu.

“Dimulai dari kelas satu setara satu Madrasah Tsanawiyah, target tiga tahun pertamanya adalah bisa menghafal 30 Juz Al-Qur’an. Tahun berikutnya, santri akan fokus pada mata pelajaran Akademik, namun dengan adanya program ini, IMTIAZ sangat bersyukur dan akan terus melanjutkan kerjasamanya dengan Ma’had Al-Fatah,“ tambah Nasruddin.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kesungguhan 30 orang peserta dalam program tersebut. “Peserta sangat semangat sekali, dan terhitung cepat dalam menghafal, dalam waktu 10 menit, mereka bisa menghafal satu halaman, kadang harus menyita waktu istirahat kami karena mereka terus melakukan setoran hafalan di luar jadwal,“ Kata Nasruddin.

IMTIAZ Melaka mengenal pesantren Al Fatah saat pertemuan Konferensi Internasional untuk Pembebasan Al-Quds dan Palestina yang berlangsung di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika Bandung pada Juli 2012 lalu, di mana salah satu Pembinanya, DR. Rahimah Embong menjadi salah satu peserta Konferensi tersebut.

Dari pertemuan itu, IMTIAZ Melaka tertarik untuk melanjutkan silaturahmi dan kerjasama dengan pesantren Al-Fatah Indonesia yang dibina oleh Imaam Jamaah Muslimin, Muhyidin Hamidy.

Pesantren Al Fatah Indonesia sendiri didirikan pada 1980 dan telah memiliki jaringan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pesantren itu kini telah memiliki 23 pondok pesantren dengan total santri mencapai 30 ribu orang.

Sebagai pusat pendidikan Islam terpadu, Pesantren Al-Fatah Indonesia menyelenggarakan program pendidikan dari tingkat PAUD, TK, MI, MTs, MA, hingga STAI, dalam rangka mempersiapkan generasi pelanjut amanah risalah Islam bagi kemakmuran seluruh alam.

Di samping itu, sebagai tuan rumah Konferensi Internasional Pembebasan Al-Quds dan Palestina, Al-Fatah Indonesia telah membina hubungan baik dengan sejumlah perguruan tinggi di Palestina, salah satunya Universitas Islam Gaza (UIG) dan Ma’had Tahfidz Al-Qur'an di Gaza, Daar Al-Qur'an Al-Karim wa Sunnah, serta LSM pendukung Palestina di negara-negara Timur Tengah lainnya.
Lebih baru Lebih lama