» » » Sejarah Pesantren

Pondok Pesantren Islam Shuffah Hizbullah, adalah pusat pendidikan Islam dan dinamika kehidupan Ahlu Shuffah (santri) yang menyatu dengan masyarakat, lahir sejak tahun 1976. Pesantren ini, terletak di Kampung Muhajirun, Desa Negararatu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung Indonesia. Berjarak ± 7 km dari Bandara Raden Intan, ± 125 km dari pelabuhan Bakauheni, dan ± 15 km dari Terminal Bus Rajabasa Bandar Lampung.

Berangkat dari visi dan cita-cita para tokoh perintisnya yang memilih hijrah kepada  Islam yang Kaffah (Sempurna) sebagaimana perwujudan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wasallam dan Khulafau ar-Rasyiddin, Pondok Pesantren Islam Shuffah Hizbullah menyelenggarakan program pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi pelanjut amanah risalah Islam bagi kemakmuran seluruh alam.

Pada mulanya, bentuk pendidikan menerapkan pengajaran salafilah yang bersifat tradisional dengan masjid sebagai pusat kegiatannya. Lalu, pada tahun 1986 diterapkan pengajaran klasikal program 5 tahun dengan nama “Al-Wustho” dan madrasah sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.

Kemudian pada tahun 1993, atas tuntutan dan usulan masyarakat sesuai perubahan dan perkembangan dunia pendidikan yang menuntut adanya penyesuaian sistem pengelolaan, maka dilakukan evaluasi dan langkah-langkah penyempurnaan status lembaga dari pesantren tradisional ke pesantren modern. Keberadaan pesantren pun didaftarkan di Kementrian Agama RI sehingga formal dan dapat mengeluarkan  ijazah untuk para lulusannya, mengingat sebelumnya lulusan Al-Wustho tidak memiliki ijazah sehingga kesulitan jika meneruskan jenjang lebih tinggi. Sejak itulah, Pondok Pesantren Islam Shuffah Hizbullah melengkapi namanya menjadi Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah.

Untuk lebih memperkuat sisi keislaman di pesantren mulai tahun 2004 di buka program Halaqoh Diniyah dengan tujuan mencetak lulusan yang spesialis di bidang ilmu-ilmu keislaman.

Selanjutnya mulai tahun 2005 di laksanakan program khusus Tahfidz Al-Qur’an yang bertujuan untuk mencetak lulusan yang selain Hafal Al-Qur’an 30 Juz juga mampu mengamalkan kandungannya serta mengajarkan Al-Qur’an.

Lalu, sejak tahun 2010 dibuka Lembaga Bahasa A-Fatah yang bertujuan untuk mencetak lulusan yang selain memahami Islam dan Teknologi juga memiliki kemampuan lebih di bidang Bahasa Arab dan Inggris.

Pesantren Al-Fatah telah mengalami 7 kali pergantian kepemimpinan sesuai perkembangan dan pertumbuhannya dengan urutan sebagai berikut :

1. KH. Abul Hidayat Saerodji 1993 – 1994
2. KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A. 1994 – 1999
3. KH. M. Hasyim Halimy (Alm) 1999 – 2003
4. Ust. Abdullah Mutholib, S. Pd.I. 2003 – 2007
5. Ust. Drs. Amron BMS. 2007
6. Ust. Drs. Munawir 2007 – 2009
7. Ust. L. Sholehuddin, M. Pd.I. 2009 – sekarang

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama