Santri Ma’had Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah turun ke lokasi bencana dan bantu korban tsunami Selat Sunda.

Pimpinan Pondok Pesantren (Mudir), Mastur mengatakan kepada Mi’raj News Agency (MINA) pembelajaran di lapangan ini merupakan bekal bagi santri.

“Pembelajaran itu tidak hanya di kelas, dengan menolong korban tsunami seperti ini mereka akan belajar banyak hal terutama kemanusiaan,” katanya.

Sembilan santri yang tergabung dari Kelas X dan XII di antaranya Sevia Nurhalimah, Rizki Insyaroh, Putri Novaliana, Nur Adila, Angelita Ningrum, Lailatus Syafaq, Nida Kensiliani, Dian Eka Saputri, dan Fadillah Lailatuz Zahro.

Fokus kegiatan mereka mengajar ngaji, Trauma Healing, dan membantu penyaluran bantuan.

Selain itu, mereka pun dilatih untuk melakukan assesment (pendataan) di lokasi bencana dan membantu memasak di dapur umum pengungsian.

Mereka yang dikirim dari pihak sekolah merupakan anggota ekstrakulikuler Santri Al-Fatah Rescue (Safares) dan Palang Merah Remaja (PMR).

Rencananya, mereka akan tinggal di posko yang telah disediakan oleh tim Ukhuwwah Al-Fatah Rescue (UAR) sampai dua pekan mendatang.

Dua titik lokasi bencana tempat mereka ditugaskan yakni Way Muli dan Kunjir Kabupaten Lampung Selatan.

Sumber berita : minanews.net
Share To:
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Pesantren Al-Fatah Lampung

Post A Comment: