Wakil Rektor Universitas Mitra Indonesia, dr. H. A. Zamahsyari Sahli, MKM., wafat pada Kamis (28/5) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Zamahsyari yang pernah menjabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ini wafat di kediamannya di Bandar Lampung dikarenakan sakit yang dideritanya sejak pekan akhir Ramadhan.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatah, Muflihuddin, Lc bersama rombongan yang datang bertakziyah mengatakan sangat kehilangan atas wafatnya Zamahsyari.Zamahsyari merupakan tokoh di dunia kesehatan Lampung, dan aktif berjariah untuk kepentingan orang banyak.

“Beliau termasuk punya peran besar terhadap perkembangan pesantren Al-Fatah, beliau pernah membangun tiga lokal bangunan yang saat ini digunakan untuk Balai Pengobatan, Sekolah Tinggi Shuffah Al-Qur’an Abdullah Bin Mas’ud (STSQABM), dan Kantor Berita MINA minanews.net Biro Sumatera,” katanya. 

Muflihuddin juga menekankan, selama bangunan ini terpakai, maka pahala akan terus mengalir.
Pada kesempatan takziyah tersebut, hadir juga bersama rombongan Ponpes Al-Fatah, Syeikh Mahmoud Asy Syareef, Ulama Mesir berkebangsaan Palestina.

Pada kesempatan tersebut, Syeikh Mahmoud memberikan nasihat dan menekankan bahwa Allahuyarham Zamahsyari merupakan orang baik dengan bukti saat wafat yang datang takziyah banyak orang-orang sholeh. 

“Atas jariyahnya terhadap Pesantren Al-Fatah, itu yang akan menjadi bekal beliau, selain itu doa anak yang sholeh, karenanya saya berpesan kepada anak-anaknya untuk terus mendoakan Allahuyarham Zamahsyari dan melanjutkan apa yang beliau pernah lakukan untuk orang banyak,” katanya. 

Pesan Sebelum Wafat 

Hadir juga bertakziyah, Ketua STSQABM, Dr. Dudin Shobaruddin dan Wakil Ketuanya Ir. Heri Budianto. 

Heri Budianto pada kesempatan tersebut menceritakan kepada keluarga Zamahsyari bagaimana peran sentral Allahuyarham Zamahsyari pada acara seminar kesehatan yang digagas STSQABM beberapa waktu lalu. 

“Bapak Zamahsyari punya peran besar pada seminar kesehatan yang kita gelar waktu lalu, tanpa bantuan beliau, acara tersebut tidak akan sukses,” katanya. 

Heri juga mengenang, bagaimana semangatnya Zamahsyari saat itu mendukung program Sekolah Tinggi berbasis Al-Qur’an ini. 

“Terakhir beliau sampaikan sebelum wafat, bahwa beliau punya anak ahli IT mohon juga bisa dilibatkan untuk menguatkan STSQABM,” katanya. 

Istri beserta anak yang menyambut rombongan takziyah dari Ponpes Al-Fatah mengucapkan terima kasih kepada asatidz Al-Fatah yang telah hadir. 

“Saya berterima kasih karena mau menyempatkan untuk bertakziah dan saya memohon maaf apabila almarhum punya salah baik ucapan maupun perbuatan dan mohon doa agar beliau diterima disisi Allah SWT,” katanya. 

Sumber: Mi’raj News Agency (MINA).
Lebih baru Lebih lama