Ekstrakurikuler Pramuka Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Lampung gelar Perkemahan Penerimaan Tamu Gugus Depan (PPTGD) di Lapangan Abaka, Al-Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Jumat (14/10).

Pimpinan pondok pesantren, Muflihudin, Lc., yang juga Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka.Mabigus) dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi santri karena didalamnya akan banyak pelajaran yang dapat diambil.

“Dengan diadakannya kegiatan ini banyak sekali nilai-nilai positif yang juga diajarkan dalam agama Islam seperti kedisiplinan, keberanian, dan kemandirian,” ucap Muflihudin.

Sementara Ketua Pelaksana Chysa Khumairoh saat diwawancarai alfatah.net mengatakan, semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar hingga akhir.

“Saya hanya berharap semoga kegiatan PPTGD ini dapat berjalan dengan lancar dan bisa berlanjut atau bahkan jadi kegitan rutin tiap tahunnya,” kata Chysa yang merupakan santri kelas XII IPA.

Salah satu peserta PPTGD, Meta Eka Safitri dalam kesempatan yang sama juga mengatakan, meskipun ini bukan perkemahan pertamanya, tetapi ia sangat antusias untuk mengikutinya.

“Walaupun ini sudah kedua kalinya saya mengikuti kemah, tapi saya sangat antusias untuk mengikuti seluruh aktivitas yang telah dijadwalkan. Saya berharap semoga cuaca tetap mendukung dan kegiatan yang ada di PPTGD tahun depan akan lebih bervariasi lagi,” harapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, Kamis-Sabtu (13-15/10) diikuti 31 santri putri dari lembaga Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan 58 peserta dari Madrasah Aliyah (MA). Mereka diberikan materi-materi kepramukaan seperti, struktur gugus depan (gudep), struktur dewan ambalan, sandi morse, sejarah kepramukaaan dunia dan Indonesia, teknik tali temali, peraturan baris berbaris (PBB), semaphore, dan pengenalan AD/ART gerakan pramuka.

Sebelumnya kegiatan serupa juga telah dilaksankan pada 14-16 September yang diikuti santri putra dari Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah kelas VII dan X.

Reporter:

Rafayfa Chayyira Meysun

 

Lebih baru Lebih lama