Lampung, Selasa (6/1/2026) — Muflihuddin, rois LTA (Lembaga Tahfidz Al-Fatah di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah terpilih mengikuti program dauroh di Kairo Mesir. Program ini diselenggarakan oleh ASFA Foundation (As-Salam Fil A’lamin) yang diperuntukkan kepada guru-guru pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Dauroh akan berlangsung sejak Sabtu 10 Januari hingga Kamis 12 Februari 2026 di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dan diikuti oleh para peserta dari berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Muflihuddin telah melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai dari tes berkas, tes tertulis hingga tes wawancara. Beliau menjadi satu-satunya perwakilan Provinsi Lampung yang lolos dan berangkat bersama 41 peserta lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama pelatihan peserta akan dibimbing oleh dosen-dosen dari Universitas Al-Azhar. Materi yang diberikan meliputi pendalaman ilmu Al-Quran, hadis, penguatan Bahasa Arab hingga pembekalan metodologi fatwa. Mengingat Mesir menjadi salah satu negara rujukan fatwa umat Islam di dunia.
Dalam keterangannya, Muflihuddin menyampaikan bahwa dalam Al-Qur’an Allah tak memerintahkan menambah apa pun selain ilmu. Hal ini menjadi salah satu motivasi beliau untuk terus belajar bahkan di usianya yang sudah tak lagi muda.
“Tak ada istilah telat dalam menuntut ilmu. Jika seseorang baru menyadari pentingnya belajar saat sudah berusia tua, maka itu harus menjadi titik awalnya untuk mulai belajar. Tak mustahil untuknya berhasil kalau memang dia sungguh-sungguh.” Ungkap Muflihuddin dalam wawancara sore itu.
Beliau juga berpesan kepada kaum muda untuk tak berhenti belajar dan mengingatkan bahwa ilmu yang paling wajib adalah ilmu yang berkaitan atau diperlukan saat ini.
Oleh: Adha Van Borneo, M. Imam Fahturrahman dan Fawwaz Dzulfaqor Al Jihady.
إرسال تعليق